ERNI JULIA KOK

Call us: +62811340686

    You are here

    • You are here:
    • Home > The Ultimate Question

The Ultimate Question

The Ultimate Question

Buku yang bermutu tidak harus selalu tebal dan isinya sulit dipahami. Hal ini sekali lagi dibuktikan oleh Erni Julia Kok melalui bukunya The Ultimate Question. Meskipun tebalnya hanya 180 halaman dan dikemas dengan font yang nyaman untuk mata, isinya tetap berbobot dan sanggup membuat pembaca termenung sejenak sambil bertanya pada diri sendiri: Apa yang paling aku inginkan dalam hidup ini? Itulah yang dimaksudkan penulisnya sebagai the ultimate question (pertanyaan yang sangat penting). Di mana dan bagaimana keadaan kehidupan Anda saat ini (present state) dan desired state—keadaan seperti apa yang Anda inginkan?

Dengan menggunakan pendekatan ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming) yang akhir-akhir ini semakin sering terdengar di Indonesia, diperkaya oleh pengalaman pribadi penulisnya, buku ini secara halus menuntun pembacanya untuk mulai menyadari betapa pentingnya merancang outcome (hasil akhir yang ingin dicapai). Menurut ilmu NLP, keiinginan harus selalu dinyatakan dengan positif. Menginginkan dan menyatakan keinginan dengan kalimat positif merupakan satu dari 4 pilar penting ilmu NLP, yaitu Outcome Thinking. Berkonsentrasi pada outcome akan membuat seseorang melihat kesulitan dan kekurang/kelemahan dengan paradigma yang berbeda sehingga seseorang akan dapat berpikir kreatif alih-alih panik dan putus asa.

Buku ini dibagi menjadi 5 (lima) bagian yang sangat kaya analogi atau metafora, sehingga tidak terkesan “ngajarin”. Bagian pertama, dengan menggunakan analogi dan kata-kata penuh semangat, penulis berusaha menyemangati pikiran pembacanya untuk beranjak dari cara hidupnya yang mengalir alias tanpa merancang apa yang diinginkannya. Cara hidup yang pasrah kepada nasib untuk mulai bertanya pada dirinya sendiri: Apa yang aku mau?!

Setelah disemangati, pada bagian kedua penulis mulai mengulas langkah demi langkah merancang goals atau outcomes yang diinginkan dengan menggunakan teknik NLP. Setelah memahami bagian ini, pembaca yang ingin segera merancang goals atau outcome akan menemukan kertas kerja yang disediakan pada appendix 1. Bagi pembaca yang belum menemukan motif untuk segera merancang goal atau outcome, penulis telah mempersiapkan rangkaian motivasi pada bagian ketiga. Agaknya, pengalaman pribadi sebagai pimpinan perusahaan bertahun-tahun membuat penulisnya sadar, tidak semua orang akan segera beranjak untuk menuliskan apa yang diinginkannya.

Pada bagian keempat, pembaca akan menemukan penguatan untuk membangun karakter pemenang yang tidak puas dengan hasil yang biasa-biasa saja. Banyak belajar dan banyak pengetahuan tetapi tidak mempraktekkan apa yang diketahui tidak akan membuat seseorang mencapai apa yang diinginkannya, demikian pula halnya menginginkan tanpa benar-benar bertindak seseorang tidak akan sanggup mencapai hasil akhir yang diinginkan (outcomes).

Bagian kelima, pembaca akan menemukan teknik-teknik visualisasi, memperkuat keinginan dengan mengandalkan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Tidak itu saja, daftar keinginan yang biasanya panjang ternyata juga dapat disingkat dan dikelompokkan dalam sebuah matriks sehingga akan memudahkan pencapaiannya.

Kekuatan buku ini terletak pada kesederhanaan cara penulisannya. Sangat bermanfaat untuk dibaca para muda yang sedang menanjak ke atas, sekaligus dibutuhkan oleh para sukses yang sedang terlena di comfort zone mereka. Serangkaian pertanyaan penting memang harus ditanyakan pada diri sendiri. Apa yang aku mau? Apakah comfort zone di mana aku berada merupakan tempat peristirahatan ataukah tujuan akhir? - Ronny SV perensi buku -